Minggu, 05 Agustus 2018

Tips menentukan bahan bonsai


Belajar tentang bagaimana membuat atau membentuk sebuah pohon bonsai yang indah bisa dilakukan secara mandiri atau bisa dilakukan secara berkelompok seperti yang rutin dilakukan oleh Komunitas Seniman Bonsai Indonesia yang ada di Kota Jember

Dengan melimpahnya bahan-bahan bonsai yang ada di kota Jember, mengharuskan kita untuk pandai-pandai di dalam memilih atau menseleksi bahan bonsai yang tepat dan bagus sebagaimana dimaksud dengan kriteria sebuah tanaman bonsai atau lebih dikenal dengan istilah seleksi bahan bonsai

Sebelum penyeleleksian bahan bonsai, dari bahan bonsainya sendiri dapat kita peroleh dengan berbagai cara diantaranya :

1. Bahan bonsai yang kita dapatkan langsung dari alam bebas misalnya di hutan, tebing, pinggir pantai atau di pinggir sungai.

2. Bahan bonsai yang kita dapatkan dari penduduk sekitar di sebuah perkampungan, biasanya  bahan bonsai ini ditanam di halaman-halaman rumah  sebagai tanaman hias atau pagar keliling rumah atau halaman.

3. Atau bahan bonsai yang diperoleh dengan cara pembiakan sendiri, halmana dapat dilakukan dengan cara :

a. Cangkok atau okulasi ; perbanyak melalui cara mencangkok, stek, okulasi. Memperbanyak melalui tips ini mampu di kerjakan pada seluruh pohon atau tanaman yang memenuhi prasyarat bonsai.

b.  Anakan dari akar ; membawa anakan dari akar ini benar benar mudah di kerjakan, anakan akan tumbuh lebih kurang sama dengan tanaman induknya, tumbuh dari akarnya seperti anakan tanaman kupa landak.

Selanjutnya adalah bagamaimana kita memilih atau menentukan bahan bonsai yang kita harapkan kedepan menjadi pohon bonsai yang bagus dan memiliki nilai ekonomi tinggi :

1.   Memilih Bonsai yang mempunya gerak batang tidak tumbuh lurus saja.
2.  Menentukan bentuk menarik dan bisa dipola, serta ukuran bonsai yang dipilih tergantung selera bisa berukuran kecil, sedang, besar atau sangat besar (lebih dikenal ukuran XL).
3. Bentuk pohon sudah menampakkan ciri tua bonggol bergumpal dapat ditemukan bila tanaman bahan ini pernah dipangkas masyarakat.
4. Cermati posisi akar-akar bonsai yang di dapat ; upayakan mencari akar yang simetris dan tentunya mesti serasi dengan tipe seperti apa bentuk bonsai yang kita kehendaki.
5. Carilah sudut pandang bakal bonsai yang akan menjadi tampak depan atau tampak belakang dari bakalan bonsai, jika sudah di ketemukan selanjutnya bisa kamu gunakan.
6.  Upayakan menentukan bakalan bonsai yang memiliki umur panjang.
7.  Cermati apakah tipe tumbuhan yang di dapat tetap masih hidup atau sudah kering. Kadang-kadang indikator tumbuhnya daun dan tangkai baru tidak menjamin bakal bonsai dapat hidup, kerena sering kali dapat tumbuh ranting muda yang dikarenakan tanaman tersebut masih mengolah dan memproses nutrisi-nutrisi yang ada di batang sebagai sumber makanannya.
8.   Untuk memastikan jenis tanaman dari bakalan bonsai tersebut dapat kita ketahui dari bentuk daun serta ketahanan tanaman. Apabila kita ketahui bahwa bentuk daun dari tanaman itu berdaun yang tak terawat barangkali buat di kecilkan lebih baik tanaman itu tak di jadikan bonsai.
9.   Untuk jenis tanaman tertentu seperti Beringin dapat dilakukan penyetekan dengan jenis beringin lain seperti Beringin Dolar/Elegant & Wahong dapat di sambung Sancang dan lain-lain.

Semoga bermanfaat

Salam KOSBI JEMBER