Menurut saya, kita
ini masih belum apa".. Masih dalam tahap belajar. Dibanding dengan negara pendahulu seperti China dan
Jepang, mereka sudah menekuni Seni Bonsai selama Ratusan tahun.Dalam
perkembangannya..
Saya melihat
antusias dan animo yang sangat besar dari masyarakat kita terhadap Seni Bonsai
ini.
Berbagai cara kita
cari utk dapat membuat Bonsai, berbagai ilmu kita pelajari utk bisa mengerti
apa itu Bonsai.
Dalam prakteknya.. PPBI sebagai Wadah Organisasi Bonsai saat
itu.. Mengadakan pameran / kontes dengan tujuan utamanya adalah pembelajaran.
Wujudnya adalah Rapor
yang dikeluarkan pada masing" nominasi BAIK dan BAIK SEKALI.
Rapor ini berisi
ulasan hasil penjurian berdasar kriteria yang telah ditentukan, sehingga
peserta dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan ditinjau dari aspek"
kriteria yang telah ditentukan, dengan demikian sebenarnya proses pembelajaran
telah berlangsung.
Peserta yang
bonsainya mendapat rapor, bisa mengerti apa yang harus diperbaiki utk
kedepannya agar bonsainya bisa tampil lebih bagus.
Pembelajaran yang
lain adalah didapat lewat Demo Membuat Bonsai... Yang kala itu dan sampai
sekarang masih banyak dilakukan.
Rupanya pembelajaran
dengan cara langsung mendemokan cara membuat bonsai ini dianggap lebih
mengena.. Karena kita dapat melihat langsung bagaimana sebuah BAHAN BONSAI
diolah dan dibentuk menjadi sebuah KERANGKA BONSAI yang kira" sudah bisa
di lihat arah dan tujuan pencapaian hasilnya baik desain Bonsainya ataupun
desain Potnya... Tentunya dengan berbagai penjelasan dari apa yang terlihat dan
bila perlu disertakan sketsa penggambaran kondisinya saat mencapai kematangan
sesuai desain yang diinginkan.
Nah.... Hasil dari
demo inilah yang saya sebut BONSAI PROSPEK, karena prosesnya dari bahan dibuat
atau dibentuk menjadi kerangka yang sudah dapat dilihat prospek kedepannya
bagaimana.
Lalu.... Apakah
bonsai prospek bisa di konteskan?
Tentu saja bisa...
Penilaiannya adalah
kreatifitas dan konsep si pembuat membuat kerangka pada sebuah bahan bonsai.
Tranformasi
perubahan inilah yang dapat kita nilai, bukan gambaran hasil akhir dari
bonsainya.
Jadi... Kalo kontes
bonsai, yang dinilai adalah kehebatan seseorang membuat bonsai matang, atau
hasil akhir dari sebuah proses membuat Bonsai. Sedang kalo bonsai prospek yang
dinilai adalah kreatifitas memunculkan ide dasar atau konsep dari seseorang
lewat terbentuknya sebuah kerangka desain bonsai...
Masih ingat ualasan
saya tentang tahapan membuat bonsai?
1. Mengadakan Bahan
2. Menghidupkan
Bahan
3. Membuat Kerangka
(sampai pada tahapan
inilah Bonsai Prospek dinilai)
4. Mejadikan Bonsai
Matang
5. Merawat dan
mempertahankan bentuk Bonsai Matang.
Jadi, kalo mau tahu
singkatnya apa Bonsai Prospek itu? Para pendemo bonsai itu sebenarnya dia
sedang membuat BONSAI PROSPEK.
Selamat Berkarya
Dikutip dari tulisan
: Rudi Julianto
Sumber : Belajar
Bonsai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar