Rabu, 18 Juli 2018

BONSAI PROSPEK


Seni Bonsai telah berkembang kurang lebih 4 dekade di Indonesia..
Menurut saya, kita ini masih belum apa".. Masih dalam tahap belajar. Dibanding dengan negara pendahulu seperti China dan Jepang, mereka sudah menekuni Seni Bonsai selama Ratusan tahun.Dalam perkembangannya..
Saya melihat antusias dan animo yang sangat besar dari masyarakat kita terhadap Seni Bonsai ini.
Berbagai cara kita cari utk dapat membuat Bonsai, berbagai ilmu kita pelajari utk bisa mengerti apa itu Bonsai.
Dalam prakteknya.. PPBI sebagai Wadah Organisasi Bonsai saat itu.. Mengadakan pameran / kontes dengan tujuan utamanya adalah pembelajaran.
Wujudnya adalah Rapor yang dikeluarkan pada masing" nominasi BAIK dan BAIK SEKALI.
Rapor ini berisi ulasan hasil penjurian berdasar kriteria yang telah ditentukan, sehingga peserta dapat mengetahui apa kelebihan dan kekurangan ditinjau dari aspek" kriteria yang telah ditentukan, dengan demikian sebenarnya proses pembelajaran telah berlangsung.
Peserta yang bonsainya mendapat rapor, bisa mengerti apa yang harus diperbaiki utk kedepannya agar bonsainya bisa tampil lebih bagus.
Pembelajaran yang lain adalah didapat lewat Demo Membuat Bonsai... Yang kala itu dan sampai sekarang masih banyak dilakukan.
Rupanya pembelajaran dengan cara langsung mendemokan cara membuat bonsai ini dianggap lebih mengena.. Karena kita dapat melihat langsung bagaimana sebuah BAHAN BONSAI diolah dan dibentuk menjadi sebuah KERANGKA BONSAI yang kira" sudah bisa di lihat arah dan tujuan pencapaian hasilnya baik desain Bonsainya ataupun desain Potnya... Tentunya dengan berbagai penjelasan dari apa yang terlihat dan bila perlu disertakan sketsa penggambaran kondisinya saat mencapai kematangan sesuai desain yang diinginkan.
Nah.... Hasil dari demo inilah yang saya sebut BONSAI PROSPEK, karena prosesnya dari bahan dibuat atau dibentuk menjadi kerangka yang sudah dapat dilihat prospek kedepannya bagaimana.
Lalu.... Apakah bonsai prospek bisa di konteskan?
Tentu saja bisa...
Penilaiannya adalah kreatifitas dan konsep si pembuat membuat kerangka pada sebuah bahan bonsai.
Tranformasi perubahan inilah yang dapat kita nilai, bukan gambaran hasil akhir dari bonsainya.
Jadi... Kalo kontes bonsai, yang dinilai adalah kehebatan seseorang membuat bonsai matang, atau hasil akhir dari sebuah proses membuat Bonsai. Sedang kalo bonsai prospek yang dinilai adalah kreatifitas memunculkan ide dasar atau konsep dari seseorang lewat terbentuknya sebuah kerangka desain bonsai...
Masih ingat ualasan saya tentang tahapan membuat bonsai?
1. Mengadakan Bahan
2. Menghidupkan Bahan
3. Membuat Kerangka
(sampai pada tahapan inilah Bonsai Prospek dinilai)
4. Mejadikan Bonsai Matang
5. Merawat dan mempertahankan bentuk Bonsai Matang.
Jadi, kalo mau tahu singkatnya apa Bonsai Prospek itu? Para pendemo bonsai itu sebenarnya dia sedang membuat BONSAI PROSPEK.
Selamat Berkarya

Dikutip dari tulisan : Rudi Julianto
Sumber : Belajar Bonsai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar